Puisi-puisi Zian Armie Wahyufi
23.00 | Author: Forum Pena Pesantren

Oleh: Zian Armie Wahyufi

Atas Namamu


Aku hanya ingin bilang
Bahwa kabut ini telah habis ditelan musim
Memuntahkan rautan-rautan wajah segala harap
Serupa tangisan bayi di tengah malam

Aku hanya ingin bilang
Bahwa mungkin ucap ini tak akan keluar
Menjelma kata-kata yang penuh putus asa
Lewat segaris musim

Aku hanya ingin bilang
Bahwa jalan ini sepi sunyi
Dan aku lumpuh sebelum kau tekuk
Bahwa aku menangis atas namamu

April 2009
(Literasi edisi I)
Baca lanjutannya......
Puisi-puisi Muhammad Ansyar
22.53 | Author: Forum Pena Pesantren

Oleh: M. Ansyar

Kemilau Cahaya Hari


Yang kulihat dari masa depanku hanyalah sebuah musim dingin
Di sana...
Takkan lagi ada kilauan cahaya jingga di hari yang memanja
Di sana...
Takkan ada lagi harapan dan doa yang dititipkan pada bentangan pagi
Semuanya begitu sepi....
sunyi....
sunyi....
sunyi.....
dan sunyi....

Aku tak bisa berbuat banyak
hanya berharap,
esok hari akan ada !

Aku sadar diriku
hanya sebutir buih di lautan
yang bisa lenyap kapan saja
begitu angin mengguncang ombak

Namun
Doa ini takkan kusimpan
Harapan ini takkan hilang;
Bukan hanya semusim di hari esok
Tetapi musim semi yang memekar
Menghapus segala resah!
Kemilau cahaya hari....

10-02-2010
Baca lanjutannya......
Puisi-puisi Imam Budiman
22.31 | Author: Forum Pena Pesantren

Oleh: Imam Budiman

Puisimu


Ini rangkaian tak bermakna
Tiap hurufnya tak memberi mustika yang indah
Tapi, jika kau titi perlahan jembatan hidup
Kau akan mengerti…

Dan saat ini kau tlah sampai di hari bahagia
Dengarlah bisik doaku
Yang kupanjatkan di setiap helaian nafasku
Ku slalu berdoa pada Ilahi
Semoga kau dapat menepati hidup di awal barumu
-amin!-

Lukislah lembaran kartonmu
Yang sewarna  dengan jalan Tuhanmu
Di hari jadimu ini kuucapkan:
“HAPPY BIRTHDAY”
(lain kali jangan sertakan bahasa yang kurang kusenangi)

Sobat…
Semoga kau dapat menggapai cita dan cinta tanpa
harus lupa pada Sang Pencipta

23 Desember 2008
(Surat ulang tahunku yang ke-14)

Baca lanjutannya......
Teriakan Bisu
01.12 | Author: Forum Pena Pesantren
teriakan bisu - forum pena pesantren


Judul: Teriakan Bisu
Kategori: Antologi Pusi
Penulis: Zian Armie Wahyufi, Imam Budiman, M. Ansyar (Forum Pena Pesantren)
Penerbit: Tahura Media
ISBN: 978-602-84140-8-1
Tebal: vi + 74 halaman
Ukuran: 14 x 21 cm
Harga: Rp. 22.000,- 

Teriakan Bisu, Kado 4 Tahun FPP

Tanpa terasa, empat tahun sudah Forum Pena Pesantren (FPP) berdiri sejak 20 Agustus 2007 silam. Cukup lama, sementara rasanya begitu sedikit apa yang telah kami hasilkan. Maka, selain sebagai kado ulang tahun untuk FPP, semoga saja terbitnya buku ini bisa mengurangi kegelisahan tersebut.
Yang ada di tangan Anda ini adalah buku kedua FPP, setelah kumpulan cerpen Tembok Suci (MinggurayaPRESS, April 2011). Masing-masing dari kami bertiga (Ansyar, Budi, Zian) menyumbang 20 puisi, sehingga terkumpul 60 puisi. Diurut berdasar tanggal pembuatan untuk melihat jejak kreatifitasnya. Kami sadari, tidak ada yang istimewa dari karya-karya kami ini, namun inilah sudah yang bisa kami hasilkan sampai saat ini.
Ucapan terima kasih kepada orangtua kami bertiga, sanak keluarga, mudirul ma’had Pon Pes Al Falah Putera, seluruh dewan ustadz, para karyawan-karyawati, dan dingsanak-dingsanak kami seluruh santri Pon Pes Al Falah, khususan anak-anak FPP.
Juga terima kasih yang tak terkira kepada pendiri FPP, M. Noor, dan “ustadz-ustadz” kami dalam menulis: Harie Insani Putra, Hajriansyah, Sandi Firly, Aliansyah Jumbawuya, dan Randu Alamsyah.
Salam…


Baca lanjutannya......
Safi
23.51 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Ansyar FPP

Kau genggam tanganku ketika pagi
Dan kulerai begitu mentari menepi
Aku menyimpang dan terkapar tak pasti
Semu kenangan kita mengudara bagai elegi

Kita teman dalam hampa
Serta metafora bahagia tanpa jeda
Kita gulma yang indah
Dalam pelangi, semesta, musim
Kita safi tanpa katastrofa
Bening. Bagai embun di dedaunan pagi

Aku pergi
Tanpa warna di hatimu
Maka tenanglah….

Akan kujadikan engkau cinta
Seperti cinta Samia pada Sabana
Dan jadilah engkau rindu
Rindu seindah safir nan biru
Sebab kita safi dalam penjara,
yang suci, sesuci telaga surga.

Ruang mimpi, Rabu 19 Mei 2010
Baca lanjutannya......
Aku Adalah...
23.50 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Zian FPP

Aku adalah kata-kata yang takkan selesai
Aku adalah deretan kalimat, yang bertaburan laksana debu
Aku adalah sebuah cerita, dimana kau bersembunyi di sana,
di sudut-sudut yang mengantar mimpimu
Aku hanyalah tulisan pada sehelai kertas buram
Aku cuma mencoba membuat jembatan,
dalam pikiran-pikiranmu yang tak pernah kumengerti

Kembang Habang, 13 Mei 2010
(Puisi terakhir selama bersama FPP)
Baca lanjutannya......
Aku Ingin
02.56 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Joni FPP

Dalam siang
Terangnya matahari
Ku berdiri
Melawan angin yang menerpa tubuhku

Di sinilah, di pantai inilah
Telah terlahir sejuta kenangan
Disaksikan gelombang dan batu karang

Kini hanya rasa rindulah yang ada di dada
Aku pun tak kuasa menahan gejolak ini
Hatiku berteriak
Aku ingin ke pantai lagi



Baca lanjutannya......
Yang Terakhir
02.55 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Zainuddin FPP

Kulalui jalan
Setapak demi setapak
Dikejar waktu
Yang semakin sedikit dan sempit

Apakah…
Ini yang terakhir
Kubumbui jalanku dengan khayalan
Untuk mencapai impian

Semua rasa yang membebaniku
Terbang melayang
Seperti layang-layang di pantai yang sejuk dan sepi

Dengan bekal ilmu
Yang menuntun jalanku
Mengharap rahmat Tuhan
Mungkin ini yang terakhir



Baca lanjutannya......
Penyesalan Hidari Lamunku
02.54 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Ithay FPP

Kurasakan cahaya gelap menerpa kembali
Gelap gulita….
Mencoba untuk bangkit
Berlari-lari mengejar keberuntungan
Keberuntungan yang tak kunjung datang
Menyesal….
Mengambil keputusan yang salah
Meraih keberhasilan yang tiada habisnya
Diri ini tak kunjung diberi kesempatan

Rapuh….
Tertatih-tatih meraih kesuksesan
Diinjak-injak oleh kenistaan
Dicampakkan oleh kesunyian
Lunglai…
Tersandar di dinding penyesalan
Mencoba tuk bisa bertahan
Dikecam oleh kesunyian

Wahai mentari pagi
Akankah aku bisa menikmati cahayamu lagi?

(Puisi ini pernah dimuat di harian Banjarmasin Post edisi Minggu, 13 Desember 2009)



Baca lanjutannya......
Satu Senja di Tepian Barito
02.53 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Zian FPP

Bayang-bayang telah meregang
Menahan sesak sebelum malam
Ah, boleh aku bertanya?
Kala kulihat kebekuan luka
Masihkah kita mencicil duka?

Sungai Barito yang bisu
Yang menjingga serupa masa lalu
Sesal ditelan kenangan seperti jejak-jejak ilung
Aku menoreh harap, meski hati berwujud sendu

Sesal angin yang kuuntaikan dengan tasbih
Riak sungai merangkul jiwaku yang kecil
Kemana kau pergi?
Aku menggigil dalam sunyi

29 Nopember 2009

(Puisi ini pernah dimuat di harian Radar Banjarmasin edisi Minggu, 20 Desember 2009)



Baca lanjutannya......
Ar-Rahman
23.23 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Zein Basry

Aku tak setegar ucapanku sendiri
Aku tak sebijak kata-kata yang kurangkai dalam puisi
Aku semakin surut
Terpuruk dalam kesendirian yang kian hening
Tak bergeming
Riak itu begitu gontai
Bara yang bisa padam
Terpendam dalam kuburan
Jika bukan karena-Mu
Tak mampu aku bertahan
Meniti dan melanjutkan


Zein Basry adalah nama pena dari Muhammad Zaini, santri Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang juga merupakan wakil pemimpin redaksi majalah MSD (Media Santri Darussalam).




Baca lanjutannya......
Puisi Renungan Santri
23.23 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Zein Basry

Apa yang kau bawa ketika datang?
Bukan seperiuk beras yang tercekik di karung goni
Bukan ikan yang menyusut terpanggang matahari
Atau lembar-lembar kertas merah berfoto Soekarno - Hatta
Atau apapun itu, sebut saja
Bukan, bukan
Yang kau bawa adalah titik peluh ayahmu yang mencangkul
Titik air mata dari ibu yang berseteru dengan asap-asap panci
Yang kau bawa harapan mereka
Yang kau bawa amanah mereka
Lakukan saja yang kau suka
Menyakiti atau membanggakan mereka!



Baca lanjutannya......
Mengangkat Matahari
23.22 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Acat FPP

Kutahu tak mudah untuk menemukan sebuah tujuan
Kadang diri ini pun tak tahu arah
Ketika mentari menampakkan sinarnya
Yang kubisa hanya bermimpi mengangkatnya, sekarang...

Senyum lebar kadang tersungging di bibir
Karena kutahu Tuhanku pemegang takdirku
Dengan perjuangan dan do'a kugapai semua
Bahkan mengangkat mentari sekalipun, aku bisa...

Tiupan badai dan tsunami yang mematikan
Hanya dapat dilawan dengan keyakinan
Walau sulit untuk mengarunginya
Tak ada salahnya mencoba

Seperti karang di lautan
Yang tegar dihantam gelombang
Seperti semangat yang bergejolak di dada
Seperti itulah yang kulakukan....

28 Oktober 2009



Baca lanjutannya......
Serangkai Cipta
22.49 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Farid FPP

Terlalu manis disiakan
Untuk para ombak
Kumohon izinkanlah
Damai ini tetap bersamamu

Terlalu mesra diabaikan
Untuk setiap desir angin
Yang sejukkan segenap asa
Sampaikan salamku pada elang senja

Terlalu indah dilupakan
Untuk pepasir berkilauan
Sungguh kau
Buahkan makna baru di relung kalbu

Hari ini, aku di sini
Di eloknya karunia Ilahi
Dengan sepercik doa
Tuhan, jagalah mereka

Untuk 9 Oktober 2009



Baca lanjutannya......
Gelora Pantai
22.48 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Ithay FPP

Lembaian angin pantai
Membuncah di segenap jiwa
Desiran ombak menerpa nurani
Cahaya mentari pagi
Menampakkan kelembutannya
Nian damai
Sejuta perasaan lembayung hilang
Perih rasa seakan lenyap begitu saja
Gelora pagi permai-permai
Menelusuri asinnya laut berair
Di bawah naungan deretan pinus
Diriku sejenak mengungkapkan perasaan
Burung itu merentangkan sayap-sayapnya
Ikut berirama menemaniku
Sendiri di sini
Kapan lagi aku akan berkunjung ke sini
Wahai lautan yang asri
Menuntun hati mengungkap nelangsa
Cahaya itu kembali surut
Saat aku melangkah pergi

Batakan, 9 Oktober 2009




Baca lanjutannya......
Aku Masih di Sini
22.47 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Syarief FPP

Aku masih di sini
Sambil memegang gelas yang kosong
Berharap ada yang mengisinya
Walau setetes demi setetes

Aku masih di sini
Menunggu bidadari yang akan menjemputku
Menunjukkanku jalan menuju rahmat-Nya
Tuk dapatkan syurga-Nya

Aku masih di sini
Dan tak akan kembali
Sampai gelasku penuh
Dan aku bertekad untuk menyebarkannya




Baca lanjutannya......
Redup Cahayaku
22.29 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Farid FPP

Di mana...
Di mana cahaya itu
Cahaya yang dulu...
Menyinari umat
Memicu rahmat
Kini dia telah meredup
Tinggallah bayang-bayang semu
Tanpa arti
Tangan-tangan lalim itu telah menyirnakan segalanya
Huh!!!
Kuharap...
Cahaya itu kan kembali
'Tuk terangi relung-relung batin senyapku
Selamanya
Andai itu mungkin




Baca lanjutannya......
Kehilangan
22.29 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Ilham FPP

Aku kehilanganmu
Atau kau kehilanganku
Entahlah...
Biarkan uang menjawabnya

Sungguh tak punya maksud
Campakkanmu di bentangan kawat
Apa itu angin ribut
Bisa juga tangan kualat
Yang ciptakan jarak antara kau dan aku

Untuk apa gusar?
Meskipun lima potong
Telah tiada

Biarlah kau yang lima potong berlalu
Rp. 21.000,- telah menjawab
Apakah aku atau kau yang kehilangan

Jawaban itu
Telah melekat di punggungku



Baca lanjutannya......
Malam Dalam
22.28 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Zian FPP

Aku ingin mengakhiri apa saja
Juga kata-kata yang tak kunjung reda
Hanya dalam malam ini
Sebelum rembulan membawa kabar dari sunyi




Baca lanjutannya......
Aku Ingin Tidur
22.27 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Zian FPP

Apa yang tertinggal darimu
selain jalan aspal yang semakin berpasir
serta atap kamarku yang bertambah bocor?
Sesudah isya ini
tak ingin lagi kubaca semua


Menghanyutkanmu dari mimpi
Telah membulat dalam dada
Menghentak kata yang merajam
Meski, pagi tadi wajahmu kembali menyeruak
Hingga perih
Belum juga membawa angin
Angin yang menyesak di sekujur tubuh
Angin yang melemparku sebelum aku shalat subuh!



Baca lanjutannya......