Forum Pena Pesantren (FPP) adalah sebuah komunitas penulis Al Falah yang sangat menjunjung nilai-nilai kebersamaan. Berdiri pada tanggal 20 Agustus 2007, oleh Zian Armie dan M. Noor.
Teriakan Bisu, Kado 4 Tahun FPP
01:12 | Author: Forum Pena Pesantren



Tanpa terasa, empat tahun sudah Forum Pena Pesantren (FPP) berdiri sejak 20 Agustus 2007 silam. Cukup lama, sementara rasanya begitu sedikit apa yang telah kami hasilkan. Maka, selain sebagai kado ulang tahun untuk FPP, semoga saja terbitnya buku ini bisa mengurangi kegelisahan tersebut.
Yang ada di tangan Anda ini adalah buku kedua FPP, setelah kumpulan cerpen Tembok Suci (MinggurayaPRESS, April 2011). Masing-masing dari kami bertiga (Ansyar, Budi, Zian) menyumbang 20 puisi, sehingga terkumpul 60 puisi. Diurut berdasar tanggal pembuatan untuk melihat jejak kreatifitasnya. Kami sadari, tidak ada yang istimewa dari karya-karya kami ini, namun inilah sudah yang bisa kami hasilkan sampai saat ini.
Ucapan terima kasih kepada orangtua kami bertiga, sanak keluarga, mudirul ma’had Pon Pes Al Falah Putera, seluruh dewan ustadz, para karyawan-karyawati, dan dingsanak-dingsanak kami seluruh santri Pon Pes Al Falah, khususan anak-anak FPP.
Juga terima kasih yang tak terkira kepada pendiri FPP, M. Noor, dan “ustadz-ustadz” kami dalam menulis: Harie Insani Putra, Hajriansyah, Sandi Firly, Aliansyah Jumbawuya, dan Randu Alamsyah.
Salam…


Baca lanjutannya......
Link ke posting ini
Tembok Suci
18:30 | Author: Forum Pena Pesantren


Judul : Tembok Suci (Kumpulan Cerpen)
Penulis : Forum Pena Pesantren
Penerbit : Pesastra.com
Harga : Rp.25.000,-
Pemesanan: Zian (0852 4861 3969)


Pengantar Forum Pena Pesantren

Alhamdulillah, hanya itu yang bisa kami ucapkan atas terbitnya buku ini. Buku yang Anda pegang ini adalah buku kumpulan cerpen pertama karya anak-anak anggota Forum Pena Pesantren (FPP). Semoga saja berikutnya kami bisa kembali menerbitkan buku.
Luapan terimakasih yang tak terhingga untuk Mas Harie dan Kak Zian yang telah sudi meluangkan waktu dan tenaganya hanya demi penerbitan buku ini. Juga terimakasih yang berlimpah kepada semua pihak yang telah membantu proses penerbitannya.
Tembok suci – yang diambil dari judul salah satu cerpen yang ada dalam buku kumpulan cerpen ini, adalah istilah kami para santri Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru untuk tembok yang membatasi sekeliling pondok pesantren kami dari dunia luar yang “kasar”, tembok yang konon dulu sang pendiri pesantren ini bilang bahwa barang siapa yang melompatinya (keluar tanpa izin) sama saja dengan melangkahi kepala beliau (akan kualat!), tembok yang punya jutaan kisah (kenakalan, ketegangan, kesedihan, kebahagiaan, kekonyolan, persahabatan) bagi kami semua yang pernah merasakan tinggal di pesantren ini.
Selamat membaca dan selamat memasuki Tembok Suci kami!

Baca lanjutannya......
Link ke posting ini
Penerimaan Anggota Baru
21:55 | Author: Forum Pena Pesantren
Tidak lama lagi (entah itu kapan) akan diadakan kembali penerimaan anggota baru. Persiapkan diri Anda bila ingin bergabung di FPP!
Berikut ini foto-foto saat penerimaan anggota baru tahun lalu:



Photobucket

Photobucket

Photobucket
Baca lanjutannya......
Link ke posting ini
Panitia Pelaksana Aruh Sastra kalimantan Selatan VII di Tanjung, kabupaten Tabalong, 26 sd 28 November 2010 mengadakan lomba Mengarang Cerpen Bahasa Banjar Kalimantan Selatan, dengan ketentuan sebagai berikut:


- Lomba terbuka untuk umum
- Lampirkan fotokopi kartu identitas diri yang sah dan masih berlaku
- Sertakan biodata dan nomor telepon/HP yang mudah dihubungi
- Peserta boleh mengirim labih dari satu judul cerpen
- Tiap satu judul cerpen dikirim tiga rangkap (1 naskah asli, 2 fotokopi)
- Tema bebas
- Masukkan dalam amplop tertutup, di sudut kiri atas tulis “Lomba Mengarang Cerpen Bahasa Banjar Aruh Sastra Kalimantan Selatan VII”
- Dikirim lewat pos atau diantar langsung (pada hari/jam kerja) ke sekretariat panitia pelaksana : d.a Tahura Advertising, Jalan Sultan Adam RT 16 Nomor 21 Banjarmasin
- Cerpen diketik 1,5 spasi di kertas HVS kuarto (A4), dengan huruf Times New Roman ukuran 12
- Panjang cerpen 3 – 8 halaman
- Menggunakan Bahasa Banjar Hulu maupun Kuala
- Merupakan karya asli, bukan saduran/jiplakan/terjemahan dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun di media manapun
- Lomba dimulai sejak diumumkan, ditutup 20 Agustus 2010 pukul 12.00 Wita
- Dewan juri akan menetapkan juara I, juara II, juara III, juara harapan I, juara harapan II, dan juara harapan III.
- Para juara akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp 3.000.000,-, Rp 2.500.000,-, Rp 2.000.000,-, Rp 1.500.000,-, Rp 1.250.000,-, Rp 1.000.000,- serta piagam penghargaan
- Enam cerpen terbaik akan dibukukan bersama puisi juara dan nominasi Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar Aruh Sastra Kalimantan Selatan VII
- Enam pemenang utama akan diundang menerima hadiah dalam Aruh Sastra Kalimantan Selatan VII, akomodasi dan konsumsi selama acara di Tanjung Kabupaten Tabalong disediakan.

Hal-hal lain yang belum jelas dapat ditanyakan langsung di sekretariat panitia pelaksana, atau contact person 0852-4995-4849.

Baca lanjutannya......
Link ke posting ini
Literasi 6
00:08 | Author: Forum Pena Pesantren
Photobucket
Assalamualaikum
Salam sejahtera…
Satu kesuksesan pastilah didahului dengan cobaan bahkan kegagalan. Begitu banyak kendala yang sering menggerogoti Literasi, sehingga majalah kesayangan kita ini sering tersendat-sendat dalam penerbitannya. Mungkin dengan didahuli kendala dan cobaan-cobaan ini, Literasi nantinya menjadi salah satu majalah tersukses di Indonesia, bahkan di dunia (ceile…, tingi banget hayalannya).

Bagi teman-teman santri Al-Falah yang sebentar lagi akan berhadapan dengan ulangan, tak ada salahnya refreshing sebentar dengan membaca Literasi. Sambil santai, sambil belajar. Sambil menyelam, minum air.
Kali ini Literasi muncul dengan nuansa baru yang didesain oleh kaka Zian, sebagai kenangan terakhirnya sebelum tamat dari Pondok Pesantren Al-Falah. Kami ucapkan semoga sukses selalu buat kakanda, yang telah mempelopori berdirinya FPP dan tentunya majalah ini.
Tak jauh beda dengan Kaka Zian, kami juga mengucapkan sukses selalu buat Syarief yang bermaksud akan melanjutkan jenjang Aliyah/SMA di luar. Begitu banyak sumbangan kalian untuk kemajuan FPP.
Di rubrik Liputan, kami memuat catatan perjalanan FPP ke Rantau dalam rangka “Menyebarkan Virus Menulis” yang dilaksanakan pada tanggal 13-14 Mei tadi. Sebagai kenangan, kami juga memuat puisi karya Kaka Zian , serta cerpen karya Syarief. Jangan ketinggalan pula cerbung Kamal “Malam yang Muram Episode 2” yang sudah pasti tambah seru.
Selamat membaca!

Redaksi
fppalfalah@gmail.com
http://forumpenapesantren.tk
Baca lanjutannya......
Link ke posting ini
Menghiasi Blog dengan Jam
00:04 | Author: Forum Pena Pesantren

Anda bebas menghiasi blog Anda dengan apa saja, seperti dengan foto, jam, kalender, video, musik, bahkan game. Nah, kali ini akan saya jelaskan bagaimana caranya menambahkan jam dib log Anda.
1. Anda harus log in (masuk) terlebih dahulu dengan memasukan alamat e-mail dan password Anda di blogger.com.
2 Klik menu “Tata Letak”.
3. Klik “Tambah Gadget”.
4. Setelah itu akan muncul jendela baru. Pilih menu “HTML/JavaScript”.
5. Kemudian muncul jendela untuk mengisikan kode. Untuk menambahkan jam, maka kita harus memasukan kode jam di sana.
6. Kode jam bisa didapat di situs www.clocklink.com. Buka situs tersebut.
7. Di sana kita tinggal memilih jam seperti apa yang kita mau. Di sisi kiri ada kategori-kategori jam. Sebagai contoh, saya memilih kategori “Newest”. Maka tampilan-tampilan jam dengan kategori Newest akan muncul. Pilih salah satu dengan mengklik “View HTML Tag”.
8. Selanjutkan Anda diminta menyetujui persyaratan yang mereka buat. Klik “Accept” untuk menyetujuinya.
9. Agar jam sesuai, aturlah terlebih dahulu jam menggunakan waktu setempat. Untuk daerah WITA, pilih “GMT + 08.00”.
10. Kemudian, copy semua kode yang ada di kolom pertama dan paste di jendela yang telah disediakan blogger.com tadi.
11. Klik tombol “SIMPAN”, maka proses pemasangan jam di blog telah selesai. Tinggal melihat bagaimana hasilnya dengan mengklik “Lihat Blog”.


Nah, beginilah hasilnya:

Photobucket
Bagaimana? Sudah bisa mencobanya?
[] Zian

Baca lanjutannya......
Link ke posting ini
Panasin Dulu, Mas...
00:03 | Author: Forum Pena Pesantren
Afifah Afra, penulis harus melakukan warming atau pemanasan. Sebagaimana seorang atlet sepak bola yang punya kebiasaan lari pagi, tentu akan memiliki tingkat kebugaran yang sangat ia butuhkan saat menggiring bola menuju gawang lawan. Kalau atlet pemanasannya dengan olahraga, penulis pemanasannya antara lain dengan:

1. Banyak membaca
Menurut Ismail Marahaimin, membaca bagi seorang penulis, ibarat tenaga dalam bagi seorang pendekar. Atau menurut Ersis Warmansyah Abbas membaca itu bagai makanan yang menghasilkan tahi, atau menurut Afifah Afra sendiri, membaca itu seperti bahan bakar bagi kendaraan bermotor. Kalau bahan bakarnya habis maka kendaraan tidak bisa jalan. Seperti itulah menulis, kalau tidak ada bahan tulisan bisa-bisa ketika menulis akan tersendat tak bisa melanjutkan. Pokoknya membaca!
2. Rajin menulis diary
Bagi Afifah Afra menulis diary memiliki banyak manfaat. Di antaranya kita terbiasa mengeluarkan isi otak dalam bentuk tulisan. Sehingga jika kita sedang menulis, tulisan kita takkan terhenti karena sudah terbiasa keluar.
3. Senang berdiskusi
Mungkin bagi orang yang pendiam, membiasakan berdiskusi ini agak sulit. Namun yang perlu dipahami, senang berdiskusi tidak mengharuskan banyak bicara, cukup dengan mendengarkan pendapat orang lain, kita akan mendapatkan banyak hal yang sangat berharga. Hasil diskusi bisa kita bandingkan dengan tulisan-tulisan kita selama ini.
Banyak lagi cara-cara pemanasan bagi para penulis. Tapi cobalah menerapkan tiga macam yang telah disampaikan tadi, semoga tulisan kita semikin bergengsi dan nama kita bisa bersanding dengan penulis-penulis nasional bahkan internasonal.[] Kamal
Baca lanjutannya......
Link ke posting ini