Satu Lagi dari FPP
23.20 | Author: Forum Pena Pesantren




Oleh: Farid FPP

Dengan suksesnya acara seminar penulisan cerpen yang menghadirkan cerpenis Kal Sel bernama Hajriansyah pada Jum’at, 6 Nopember 2009 di lantai 2 kantor Pondok Pesantren Al Falah Putera kemarin, FPP kembali menorehkan sejarah dalam perjalanannya. Karena memang, acara yang bertajuk “Berdakwah Lewat Pena” ini seluruhnya merupakan hasil kerja keras anggota FPP.
Selain anggota FPP dan santri Al Falah Putera yang non anggota, hadir pula Bapak Aliansyah Jumbawuya yang merupakan wartawan Serambi Ummah (penulis buku Saatnya Penulis Muslim Menggebrak) dan beberapa orang rekan dari Darussalam.
Setelah pembukaan dan kalam Ilahi, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kamal selaku ketua FPP dan Kak Zian, sebagai pembimbing FPP sekaligus ketua panitia acara ini. Kemudian acara berlanjut dengan penyampaian materi oleh Bung Hajriansyah.


Menurut Hajriansyah, banyak teori seputar panduan membuat cerpen. Tapi cara yang paling baik adalah membaca secara langsung sebuah karya dan mempelajari bagaimana si pengarang membikin cerita. Kemudian tindak lanjuti dengan praktik menulis.
“Biasakan diri menulis setiap hari. Cobalah berteman atau berkorespondensi dengan pengarang cerpen yang sudah terkenal, sehingga kita dapat belajar bagaimana proses kreatif dia,” terang penulis buku kumpulan cerpen “Angin Besar Menggerus Ladang-Ladang Kami” ini.
Di sini, para peserta juga diberi kesempatan bertanya terkait materi yang disampaikan maupun permasalahan lainnya dalam dunia kepenulisan, terutama cerpen. Antusias peserta cukup tinggi dalam sesi ini, sehingga acara yang rencananya berakhir pada pukul 11.10 pun menjadi molor. Sebelum acara ditutup, Bung Hajriansyah sempat membagi-bagi doorprize berupa buku-buku karya beliau dan penulis banua lain untuk empat orang yang berhasil menjawab beberapa pertanyaan yang beliau ajukan.
Pukul 11.30, acara yang bertujuan untuk menjadikan tulisan sebagai media dakwah yang mudah diterima khalayak dan guna meningkatkan bakat santri dalam hal tulis-menulis ini ditutup dengan doa dari salah seorang anggota FPP bernama Rainadi.
Tidak ada kalimat yang paling pantas untuk kami ucapkan selain terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tak langsung untuk suksesnya acara ini.[]
Ket: Liputan serupa dapat dilihat di harian Banjarmasin Post edisi Senin 9 Nopember 2009, dan buletin mingguan Serambi Ummah edisi 518.






Baca lanjutannya......
Batakan: Saksi Revolusi FPP
22.41 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Ilham FPP

Desa Batakan memang memiliki beberapa aset wisata yang eksotik. Di antaranya Pantai Batakan, Pantai Labuan, Pulau Datu, Pantai Batu Lima dan masih banyak lagi. Karena itulah, tempat ini menjadi pilihan kami dalam rangka merayakan dua tahun berdirinya FPP, serta untuk mempererat persaudaraan sesama anggota. Event ini juga menjadi momen revolusi FPP, karena banyak perubahan drastis yang dilakukan FPP sesudahnya.

Tak sia-sia menjelma seumpama setrika dalam mengurus perizinan yang rumit dan ruwet, akhirnya putaran ban mobil pick up yang membawa 18 anak-anak FPP berputar menuju Batakan. Dengan kecepatan sedang, kami tiba di lokasi penginapan, yakni rumah keluarga Farid FPP pada pukul 16.30 WITA seusai menempuh kurang lebih dua jam setengah perjalanan.


Di hari kedatangan, setelah shalat ashar, kami bergegas pergi ke Pantai Labuan. Tepiannya bukan berupa pasir, melainkan bebatuan dan karang. Karena itu pantai ini tidak cocok sebagai area berenang. Sebab, membahayakan jika tergores karang yang lancip.
Berhubung hari telah senja dan lagipula ini cuma sekadar melihat-lihat saja, kami kembali ke rumah keluarga Farid yang jaraknya tidak begitu jauh. Tentunya sebelum itu, ada foto-foto dulu, soalnya sangat sayang melewatkan berpose di batu alam saat sunset di pantai yang tangguh ini.
Di hari selanjutnya, pagi-pagi kami berjalan kaki menuju ke Pantai Batakan. Setidaknya kami ingin menyaksikan sunrise dari pantai yang eksotik ini. Berbeda dengan Labuan, Pantai Batakan memiliki pesisir dengan pasir yang halus. Tak sia-sia membawa bola ke sini karena tepiannya sangat cocok menjadi lapangan bola.
Namun tidak semuanya bermain bola. Ada yang perang lumpur, sementara itu di sudut sana mambangun istana pasir. Tak jauh dari situ, ada yang mengubur dirinya. Dan yang paling janggal adalah seorang omnivora yang apabila menemukan sesuatu yang bisa dikonsumsi langsung dia sikat.
“Manis seperti gula,” tuturnya sambil mengemut daging kepiting hidup-hidup.
Hura-hura tanpa rumusan. Kendati demikian, bukan berarti jauh-jauh ke sini hanya untuk itu. Agar rekreasi ini tetap berkesan pena, maka diwajibkan setiap anggota membuat satu puisi bertema pantai atau laut. Jadilah setelah capek, masing-masing meraih binder dan pulpen. Sambil duduk di atas pohon tumbang di bawah pohon pinus, dicandai napas laut, ditingkahi anggunnya dedaunan gugur, semuanya menumpahkan ide-ide yang menggeliat di otak.
Perjalanan terakhir menjelang sore, sebelum pulang kami menyempatkan berkunjung ke Pulau Datu. Sekitar pukul 3 siang kami datang kembali ke Pantai Labuan. Soalnya, dari situlah titik terdekat untuk mencapai Pulau Datu. Dengan kesepakatan harga, disewalah satu perahu milik nelayan setempat. Pemandangan di pulau mungil ini memang tak kalah memesona. Pastinya yang pertama dilakukan adalah ziarah ke makam Datu Pamulutan sebelum berkeliling pulau.
Puas menikmati sajian alam tempat ini, kami kembali ke tempat kami menginap. Usai melaksanakan kewajiban, kami pun pulang ke Al Falah. Dan senja terakhir pun tumpah di desa Batakan.[]





Baca lanjutannya......
FLP ke Sekolah
21.59 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Ilham FPP

FLP (Forum Lingkar Pena) lagi-lagi bikin 'ulah'. Kali ini, berlokasi di SMASA Banjarbaru, mereka mengadakan seminar kepenulisan dalam rangka "FLP Goes to School" pada Ahad lalu (31/05). Acara yang bertajuk "Menjadi Generasi Cinta Buku dan Pena" ini dihadiri oleh perwakilan dari beberapa sekolah tingkat SLTA se-Banjarbaru. Termasuk di sana tiga orang anak-anak FPP, yaitu saya sendiri bersama dengan rekan saya Zian dan tak ketinggalan Arief, atau yang biasa disapa Ithay (umpat bapaksaan). Seminar yang disponsori oleh Pemprov Kal-Sel, Pemko Banjarbaru, Balai Bahasa, dan kartu 3 ini menghadirkan dua pembicara handal, Ali Syamsuddin Arsy atau akrab dipanggil Bung Asa yang merupakan seorang pengamat sastra dan Mbak Imazahra. Siapa yang tak kenal dengan yang terakhir ini. Beliaulah blogger Kal-Sel yang blognya sudah dibukukan dan telah cetak ulang dengan judul "Long Distance of Love".
Berkat karakter khas Mbak Imazahra yang selalu ceria, suasana menjadi sangat hidup.

Beliau menekankan kepada semua peserta agar membuat blog.
"Dengan memiliki blog, kita akan termotivasi untuk terus menulis. Tapi ingat, kalau ingin memposting, postingannya jangan terlalu panjang dan bertele-tele, sebab pembaca tentunya lekas bosan melihat tulisan yang seperti ular," saran Mbak Imazahra.
Di akhir acara, Arief Ithay (nang umpat bapaksaan tadi) tidak menyia-nyiakan kesempatannya untuk menanyakan bagaimana caranya menjadi anggota FLP. Mereka lalu menyodorkan kepada kami formulir bergabung di FLP. Dengan mengisi formulir itu, kami pun resmi menjadi anggota FLP cabang Banjarbaru. Tengkyu Ithay…[]


Baca lanjutannya......
Seminar Pertama
02.39 | Author: Forum Pena Pesantren

Ah, akhirnya seminar penulisan cerpen bertajuk "Berdakwah Lewat Pena" berhasil juga dilaksanakan. Acara tersebut dilaksanakan di lantai 2 Kantor Pondok Pesantren Al Falah, pada hari Jum'at, 8 Nopember 2009.
Hadir sebagai pembicara seorang cerpenis Kal-Sel, Hajriansyah yang merupakan penulis buku kumpulan cerpen Angin Besar Menggerus Ladang-ladang Kami.

Hadir pula seorang wartawan Serambi Ummah, Bapak Aliansyah dan 4 santri Pondok Pesantren Darussalam yang merupakan redaktru majalah MSD (Media Santri Darussalam).
Tak ada kata yang pantas kami ucapkan, kecuali terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua puhak yang telah membantu suksesnya acara tersebut.




Baca lanjutannya......
FPP Terbitkan Majalah
00.18 | Author: Forum Pena Pesantren
Demi meningkatkan produktifitas kami dalam menghasilkan karya-karya berkualitas, maka alhamdulillah, meskipun dengan banyak sekali kendala, akhirnya kami bisa juga menerbitkan sebuah majalah yang kami beri nama Literasi.

Sesuai dengan namanya, Literasi, dalam majalah rencananya akan terbit tiap bulan tersebut kami fokus menghadirkan hal-hal yang berkaitan dengan dunia sastra seperti cerpen, cerbung, puisi, tulis-menulis, blog, opini, dan renungan. Tidak ketinggalan pula di sana kami sertakan Kolom FPP agar pembaca bisa lebih mengetahui tentang apa itu FPP.

Namun, berhubung baru edisi perdana, maka dalam majalah yang berisi 28 halaman ini banyak sekali kekurangan. Karena itu, kami sangat mengharapkan sekali kritik dan saran dari sekalian pembaca.

Dan bagi yang ingin membeli/memesan, bisa menuliskan nama, nomor HP dan alamatnya di halaman ini. Kami juga memerlukan distributor yang berkenan mendistribusikan majalah ini di sekolah/pesantrennya.

Atas kerja sama semua pihak, kami ucapkan terima kasih.

Baca lanjutannya......
FPP Membuat Majalah Sastra
19.59 | Author: Forum Pena Pesantren
Ya, FPP sedang dalam proses membuat majalah sastra bernama Literasi. Sengaja hal ini sebelumnya tidak diberitahukan kepada anggota, karena ini untuk surprise.



Baca lanjutannya......
Kami Kalah
05.26 | Author: Forum Pena Pesantren
Kami cuma ingin memberitahukan bahwa kami kalah dalam Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar yang diadakan oleh Disbudparpora tempo hari. Baca lanjutannya......
Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar
07.07 | Author: Forum Pena Pesantren
Beberapa minggu lang lalu, 5 anggota FPP (Zian, Ilham, Aya (2 puisi),Ihsan,dan Ithay)mendaftarkan diri di lomba cipta puisi bahasa Banjar yang diadakan oleh DISBUDPARPORA Banjarmasin.
Doakan saja, semoga mereka menang.
Untuk melihat puisi-puisi yang diikutkan dalam lomba tersebut, bisa klik di sini.



Baca lanjutannya......
Laporan Kegiatan: Malam Orientasi
01.33 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Zian FPP

Ahad, 29 Maret 2009
Hampir saja, kawan. hampir saja acara yang direncanakan pada malam Senin itu batal. Pasalnya, dari pagi hingga sore listrik tak juga menunjukkan tanda-tanda kehidupan. namun syukurlah, beberapa menit sebelum adzan Magrib, listrik nyala. eit, masalah belum usai. kami harus kembali bicara dengan Ustadz Hasbullah untuk kembali minta buatkan kue yang sebelumnya kami cancel.

Tapi itu bukanlah masalah. Masalah sesungguhnya ialah ketiadaan air panas di dapur. Bisa kau bayangkan, bagaimana usaha yang kami lakukan untuk mendapatkan air panas demi terwujudnya air kopi panas yang telah direncanakan. Berbagai usaha dilakukan, mulai minta air panas ke asrama-asrama, sampai menggunakan setruman air. Tak ayal, sesudah makan malam itu kami jadi super sibuk, juga repot. 50 gelas, kawan! Tak sedikit!
Masalah itu pula yang membuat acara jadi telat. Ada juga masalah-masalah lain, seperti “sang pemegang lampu” yang sangat sulit dicari keberadaannya, hingga kami harus keliling-keliling Al-Falah untuk mencarinya. Juga berbagai masalah lainnya.
Akhirnya, acara itu sukses juga berlangsung. terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu lancarnya acara tersebut.
Dan kami ucapkan selamat menjadi “bagian dari kami” kepada seluruh anggota baru:
- Majid
- Azhari
- Musthafa
- Bastomi
- Zainul
- Fikri
- Firdaus
- Hafidz
- Suhaimi
- Surya
- Yusra
- Nuril
- Syarif
- Farid
- Ivan
- Fuad
- Sayudi
- Nafis
- Dillah
- Khairi
- Akbar
- Putra
- Salimi
- Sairaji
- Jahri
- Irhami
- Rijani
- Haris
- Faisal
“ Mari bersama, merangkai kata”

Baca lanjutannya......
Laporan Kegiatan: Menyatu Dalam Kata
01.30 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Zian FPP

Ahad, 15 Maret 2009
Setelah shalat isya berjama’ah di Mushalla, tanpa perlu berkali-kali panggilan, semua anggota FPP sudah berkumpul di kelas I Tsanawiyah E. tawa dan canda menghiasi malam yang penuh kebersamaan ini, apalagi semuanya mengenakan kaos FPP (kecuali Ansor), menambah persatuan ini semakin erat.
Acara pun sangat berbeda dengan acara perkumpulan-perkumpulan yang kebiasaan diadakan perbulan. Ada nuansa lain dalam acara ini. Kalau dalam acara perkumpulan biasanya lebih mementingkan urusan perut, maka dalam acara FP M “Menyatu Dalam Kata” ini, yang paling diutamakan adalah kebersamaan.

Acara yang dibawakan OLEH SAUDARA Aya FPP ini dibuka dengan pembacaan Surah Yasin beserta do’anya, dipimpin oleh rekan kita Acat FPP. Jauh berbeda dengan acara perkumpulan ppada kebiasaan, saat pembacaan Surah Yasin ini, tak ada seorang pun yang berbindcang-bincang, apalagi gaya sibuk mengurus konsumsi. Semuanya khusyu’ melantunkan Aya-Ayat suci.
Acara berikutnya berlangsung santai, yaitu sambutan – sambutan dari para ‘pembesar’ FPP:
- Zian FPP (Pembimbing): Terima kasih banyak atas kehadirannya. Acara ini bukan acara makan-makan semata, tapi kebih pada peningkatan kebersamaan dan persatuan....
- Agung FPP (Ketua) : Organisasi kita ini adalah sebuah forum, jadi diharapkan semua anggota aktif melontarakan pendapat di tiap pertemuan....
- Ilham FPP (Bendahara): Kas kita saat ini 134.600 rupiah...
- Ithay FPP (Wakil) : Bergabung di FPP akan menjadi sebuah kenangan indah, sekaligus kebanggaan saat kita nanti sudah lulus dari sini...
Acara kemudian berlanjut dengan pembacaan puisi dari saudara Ihsan FPP. Hening. Untaian bait demi bait puisi dari Ihsan FPP dengan dalam masuk menembus ke dasar hati.
Setelah itu, sembari menyantap hidangan yang disediakan—yang rupanya sangat dinanti-nanti oleh semua anggota—,dengan bergantian ssemua anggota menyampaikan harapan untuk FPP ke depannya:
- Aya FPP : Peraturan lebih diperketat lagi, dan jangan sampai ada kekosongan materi tiap pertemuan.
- Acat FPP : Tidak menjadi organisasi yang ditertawakan, tapi menjadi ladang prestasi yang mengagumkan.
- Ilham FPP : Acara semacam ini lebih sering lagi diadakan, demi kebersamaan!
- Ihsan FPP : Saling keterbukaan dari tiap anggota.
- Ithay FPP : FPP abadi. Terus maju dengan berlari, dan tak kalah dengan FLP.
- Agung FPP : Semua anggota lebih aktif dan kreatif lagi, serta kekeluargaan ditingkatkan.
- Husein FPP : Labih maju!
- Aziz FPP : Bisa membuat bulletin yang bergerak di bidang dakwah.
- Anshory FPP : Semua anggota mengumpul cerpen, minimal satu perbulannya.
- Imam FPP : Besar, terkenal, dan punya banyak cabang.
- Habas FPP : Pecahkan satu masalah dengan bersama.
- Reza FPP : Nama FPP melambung tinggi.
- Ansor FPP : Semakin terang cahaya FPP
- Yasfa FPP : Perbanyak lomba yang mengasah daya pikir.
- ZZ FPP : Ada partisipasi dari pihak luar.
Itulah tadi harapan – harapan yang ada di benak masing-masing anggota. Dan saya sendiri punya harapan, bahwa FPP ke depannya menjadi sebuah nama yang tertera pada semua buku-buku yang beredar di Indonesia. Mungkinkah? Mari kita sama-sama berusaha!
*****
Sebelum acara cuci-cuci piring dan sebagainya, kami sempat berfoto-foto ria dengan gaya yang senarsis-narsisnya.
demikianlah acara di malam yang penuh kegembiraan dan kebersamaan ini berlangsung. Namun sayangnya, ada 3 orang yang tidak bisa hadir, padahal kehadiran mereka sangat diharapkan pada acara ini:
- M. Noor (salah seorang pendiri FPP), alasan: tidak diizinkan orang tua.
- Kamal FPP, alasan: sakit yang tak bisa dikompromi lagi (semoga lekas sehat!)
- rajul FPP, alasan: tiba-tiba diundang jadi qori.
*****
“Ternyata kebersamaan itu lebih indah dari lembaran - lembaran uang”


Baca lanjutannya......
Laporan Kegiatan: Undangan ke Banjarmasin
01.26 | Author: Forum Pena Pesantren
Oleh: Zian FPP
Sabtu, 14 Maret 2009
Sore tadi, pukul 17.00, semua anggota FPP, ditambah dengan anak-anak Abu Bakar, sebagian anggota Pramuka, dan grup maulid Asysyuhada sudah siap di depan Abwab dengan baju putih dan peci putih. Ya, mereka menunggu mobil jemputan yang mengundang mereka. Dan aku, sebagai anggota FPP, tentunya juga ada di sana.
Wajah kami tampak cemas, karena sudah lebih 10 menit menunggu, namun tak juga berangkat. 5 menit berselang, mobil jemputan tiba. Satu bis TNI, dan satunya truk TNI.

Dengan wajah penuh suka cita, akhirnya kami berangkat.
Rupanya, undangan tersebut ialah ke tempat kediaman Bapak..., ah, aku lupa nama beliau, apalagi pangkat beliau. Yang pasti, beliau adalah pimpinannya para TNI AD se-Kalsel. Dan ternyata, di samping peringatan Maulid Nabi SAW, acara tersebut adalah sebagai peringatan ultah anak laki-laki beliau yang ke-10. Nah, kalau nama anak beliau ini aku ingat: Muhammad Hermawan (kalau tak salah).
Di akhir acara, kami foto-foto bersama lalu pulang dengan memegang bungkusan nasi kotak bermerk Wong Solo dan amplop besar berisi 50.000 rupiah! (lumayan..., buat beli baju Aruh Blogger ’09).
The end, terima kasih untuk Ustadz Ahmad Marzuki selaku pimpinan undangan ini (jangan jara mambawai kami undangan, ustadz lah...!).

Ujar buhannya:
Ilham FPP : inilah undangan yang sesungguhnya!
Agung FPP : sial, bisnya hibak, paksa aku babuat di TRAK!!!
Yasfa FPP : undangan ka Darussalam pang, jadi jua kah nih?
Rajul FPP : qori dadakan, sama haja 50 ribu sakalinya.
ZZ FPP : mana banyu? Mana banyu? Haus... Padas...
Kamal FPP : baris dulu, baru masuk!
Aziz FPP : Bapak Dandren, santai ja ngitungnya. Tay... jangan muak!
Ansor FPP : 4 sehat, 50 ribu sempurna!
Acat FPP : hehe... sugih... sugih... aku sugih...
Ihsan FPP : Khairunnas, anfa’uhum linnas, bujur tu tadz tai...

Baca lanjutannya......