Inbox
23.41 | Author: Forum Pena Pesantren
Biar majalah kesayangan kita ini tambah oke, kami sangat mengharapkan masukan dari kalian semua, baik berupa komentar, kritik maupun saran. Layangkan masukan kamu via e-mail ke fppalfalah@gmail.com atau langsung ke asrama KH. M. Tsani 1 (Pintu 1) pada saudara Budiman dengan mencantumkan data diri secara lengkap. Kami tunggu!


Assalamualaikum wr. wb.
Cuma pengen nanya, kok Literasi nggak dijual di Al-Fatri?
Hafizah, Al Falah Puteri (via e-mail).



Wa’alaikum salam wr. wb.
Hafizah yang baik, suatu kehebatan, serta kebanggaan, apabila Literasi sampai dijual di Al-Fatri. Kenapa demikian? Karena kita tahu, bahwa berhubungan (untuk urusan distribusi) sangat sulit. Semoga bisa dimengerti. Tapi kalo kamu mau jadi distributornya boleh juga, hehe… J



Assalamualaikum…
Gue mo usul ni, gimana kalo Literasi memuat Raditya Dika di rubrik TOKOH, juga bukunya Kambing Jantan di rubrik RESENSI?
Zaini Abrar, 2 Ts., Bukhari.

Wa’alaikum salam…
Terimakasih banyak atas usulnya.
Begitu banyak penulis-penulis hebat tanah air yang bermunculan, dengan buku-buku mereka yang best seller. Dan kami pun sebenarnya ingin menampilkan profil serta buku mereka di majalah kesayangan kita ini. Namun kami merasa lebih bagus apabila kami memuat para penulis banua (Kalimantan Selatan), supaya kita bisa tahu dengan keberadaan mereka yang tampaknya terabaikan, juga agar kita menyadari, bahwa mereka (penulis banua) pun mampu bersaing dengan penulis-penulis nusantara lainnya. Jadi mungkin untuk sementara saran ada tidak bisa kami wujudkan. Nggak papa kan? J



Langsung aja, menurut ulun organisasi FPP sudah cukup sempurna, dari membikin baju (3 kali), membikin majalah tentang penulisan (cerpen, puisi, blog, dll) yang bernama Literasi, dan mengadakan seminar. Apalagi katanya baru-baru ini FPP mengadakan sosialisasi menulis di sebuah SD di Rantau.
Majalah Literasi menurut ulun juga sudah sempurna. Tapi, ya, ada tapinya, karya-karya yang ada di Literasi penulisnya itu-itu saja. Coba sekali-kali karya anak-anak FPP yang lain, walaupun karyanya kurang memuaskan, ya…. biar tambah semangat dalam berkarya gitu…
Oke, ini aja dulu.
Irhami, 2 Ts., Imam Maliki 3.

Saudara Irhami, kami mengucapkan banyak terimakasih atas perhatian Anda pada organisasi FPP serta majalah Literasi ini. Sebenarnya karya-karya yang kami muat di Literasi cukup beragam, seperti cerpen Badali, cerpen Syarief, cerpen Farid, cerpen Ansyar, cerpen Kamal, cerpen Itay, cerpen Zian, dll. Itu baru cerpen, belum lagi puisi. Yah, walaupun ada rubrik-rubrik tertentu yang penulisnya tetap, seperti Blog (Zian) dan Tulis-Menulis (Kamal). Adapun karya-karya dari anggota lain yang belum pernah dimuat di sini, itu karena karya mereka memang belum mencukupi standar yang kami buat untuk kualitas karya di sini (seperti panjang tulisan, gaya bahasa, alur cerita dsb.). Kami pun sungguh sangat ingin agar karya-karya mereka bisa dimuat, bukan cuma mereka, yang bukan dari anggota pun sangat kami harapkan, jadi jangan sungkan untuk mengirimkan karya terbaik Anda. Sekali lagi terimakasih.
Baca lanjutannya......
Inbox
02.44 | Author: Forum Pena Pesantren
Biar majalah kesayangan kita ini tambah oke, kami sangat mengharapkan masukan dari kalian semua, baik berupa komentar, kritik maupun saran. Layangkan masukan kamu via e-mail ke fppalfalah@gmail.com atau langsung ke asrama Talhah pada saudara Syarief dengan mencantumkan data diri secara lengkap. Kami tunggu!


Selamat kepada FPP yang telah berhasil menerbitkan majalah Literasi dan terus eksis sampai saat ini. Thanks atas adanya rubrik Ensiklopedi yang membuat bertambahnya wawasan kita. Saya mau nyumbang usul untuk Literasi:
- Bisa nggak, di rubrik Tokoh diceritakan tentang bagaimana belajar dan usaha tokoh tersebut sehingga menjadi sastrawan?
- Gimana kalo pertanyaan di rubrik Kuis jawabannya ada di Literasi edisi sebelumnya?
Itu aja deh, thanks…
Anonym, 1 Aliyah

Bagaimana usaha si tokoh untuk bisa jadi seorang penulis cukup sulit dicari, karena selama ini kami hanya menyadur dari beberapa sumber, tidak dengan wawancara langsung. Jadi apabila kami menemukan sumber yang menceritakan bagaimana proses si penulis tersebut, tentu akan kami cantumkan juga.
Jawaban Kuis ada di Literasi edisi sebelumnya? Wah, kayaknya boleh juga. Terimakasih.

Salam atas antum semua! Para redaksi yang telah berusaha menerbitkan majalah tentang pengetahuan sastra dan kepenulisan. Bagi Literasi yang cakep, ada saran nih:
Bisa nggak, dibuat catatan definisi-definisi tentang istilah-istilah kepenulisan,seperti apa itu konflik, opini, partikel dan lain-lain. Atau arti dari kata-kata yang kurang diketahui para santri,termasuk saya, seperti kata koridor, sukma hati, mayoritas, minoritas dan lain-lain.
Mungkin itu aja dulu. Terimakasih. Ditunggu jawabannya!
M.Dzulhilmi, asramaTahfizh, 1Aly A

Terimakasih atas sarannya, tapi sepertinya kami tidak bisa mewujudkannya karena keterbatasan halaman dan adanya rubrik-rubrik lain yang kami rasa lebih penting. Kalau kamu ingin tahu arti kata-kata tersebut, kamu bisa mencarinya di Kamus Bahasa Indonesia.


Cerpennya kurang. Bagaimana kalau puisinya dikurangi dan diganti cerpen?
Faldi, asrama Tahfizh, 3 Tsanawiyah A

Puisi sudah kami kurangi, yang sebelumnya empat menjadi tiga. Dan itu sepertinya sudah jumlah minimal. Kenapa ada tiga puisi di majalah ini? Jelas, karena puisi merupakan bagian yang sangat penting bagi kesusastraan Indonesia, terutama di Kalimantan Selatan.
Cerpen memang ingin kami tambah, tapi itu tentunya juga akan menambah jumlah halaman, dan buntutnya ialah naiknya harga. Jadi, untuk sementara hanya dua cerpen yang kami sajikan.


Baca lanjutannya......
Inbox
23.09 | Author: Forum Pena Pesantren
Biar majalah kesayangan kita ini tambah oke, kami sangat mengharapkan masukan dari kalian semua, baik berupa komentar, kritik maupun saran. Layangkan masukan kamu via e-mail ke fppalfalah@gmail.com atau langsung ke asrama Talhah pada saudara Syarief dengan mencantumkan data diri secara lengkap. Kami tunggu!

Kepada Literasi yang keren dan gaul abis, saya punya kritik dan saran buat Literasi.
Kritik: Menurut saya cer-pen dan cerbung terlalu panjang dan bertele-tele, sehingga membuat pembaca cepat bosan.
Saran: Kalo bisa, boleh gak di Literasi edisi ke-5 tokohnya Habiburrahman El-Shirazy?
Mahrani, 2 Tsn. D

Terima kasih sekali atas pujian, kritik serta saran-nya. Insya Allah, kami a-kan selalu menghadirkan cerpen dan cerbung yang terbaik. O ya, bagaimana dengan cerpen di edisi ke-4 ini? Mengenai saran Anda, kami akan merundingkannya lebih lanjut.



Langsung aja. Sepertinya rubrik puisi terlalu banyak makan tempat, gimana kalo dikurangi dan diganti dengan rubrik yang berhubungan dengan pengetahuan, seperti tempat-tempat yang menarik (untuk mencari inspirasi) dan/atau daftar sinonim kata dan kata-kata asing yang biasanya dipakai oleh penulis senior?
Kemudian, gimana kalo lebih dipertebal lagi, agar isinya lebih beragam?
Sobat Literasi, 2 Aly. A

Terima kasih atas sarannya Sobat! Mengenai rubrik puisi yang terlalu memakan tempat, sang desainer majalah ini telah melakukan berbagai riset dan survey, yang berkesimpulan bahwa untuk puisi, desain seperti itulah yang paling bagus. Karena kalau dalam satu halaman ada lebih dari 2 puisi, atau ditambah rubrik lain, maka itu akan membuat tampilan tampak semrawut.
Rubrik baru yang berhubungan dengan pengetahuan telah kami tambahkan di edisi ke-4 ini, yaitu rubrik Ensiklopedi dan Tata Bahasa. Untuk itu, halaman juga kami tambah. Namun karenanya, ada pula sedikit tambahan harga. Nggak papa kan? Hehe...




Oke. Saya akui Literasi memang yang terbaik dalam menata diri. Dan usul dari saya, sebaiknya tulisan "Literasi" pada cover ditetapkan, dalam artian jangan diganti-ganti. O ya, Literasi kan ada versi online-nya, kenapa nggak dipromosikan saja?
Hanafi R., 2 Aly. A

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, karena kami kembali mendapat pujian. Tulisan “Literasi” telah ditetap-kan, yaitu seperti yang di edisi 3 dan edisi ini. Mengenai Literasi versi online, dapat kamu nikmati di blog FPP (http://forumpenapesantren.tk)


Kok yang ngisi semuanya anggota FPP? Apa yang lain juga bisa karyanya ikutan nongol?
Anonym, SMAN 1 Martapura

Hal ini sebenarnya sudah kami beritahukan di edisi perdana, bahwa karya yang dimuat tidak mesti karya anak-anak FPP. Asalkan karya tersebut layak, maka kami akan memuatnya. Namun sampai edisi ke-3, belum ada selain anggota FPP yang mengirim kar-yanya. Dan di edisi ke-4 ini, kami menerima dan memuat naskah berupa puisi dari santri Darussalam.




Hy Literasi yang cakep, bagaimana kalu kuis Literasi dengan gaya teka-teki silang (TTS) saja?
Hendra, 2 Aly. A

Hal ini sebenarnya bisa saja kami lakukan. Tapi mungkin di edisi berikutnya saja. Dan walaupun berupa TTS, isi pertanyaan tetap saja tentang sastra. Pastinya, Anda jangan melewatkan menjawab kuis di edisi ini, karena hadiah menarik telah menanti Anda.




Baca lanjutannya......
Inbox
22.39 | Author: Forum Pena Pesantren
Kalau bisa, covernya yang tebal.
Ust. Abd. Manan, Kabid Kesiswaan

Terima kasih atas sarannya. Namun mengingat harga yang juga turut naik apabila cover menggunakan kertas tebal, maka untuk sementara cover tetap menggunakan kertas HVS.



Ditambah rubrik ensiklopedi kayaknya oke tu, tapi ensiklopedinya tetap yang berhubungan dengan sastra. Bagaimana?
Arief Rahman, 2 Aliyah B

Usul yang sangat briliant. Tapi berhubung keterbatasan halaman, maka saran bagus ini untuk sementara cuma bisa kami tampung. Terima kasih.


Usul saya, sebaiknya di setiap edisinya Literasi membahas soal internet seperti facebook, game online dsb.
Bana Zulkarnain, 2 Aliyah

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa majalah ini mengkhususkan di bidang sastra, jadi masalah internet kami hanya membahas soal blog yang memang sangat berhubungan dengan tulis-menulis.




Baca lanjutannya......
Inbox
22.20 | Author: Forum Pena Pesantren
Sedikit kritik. Kok ngggak ada komiknya ya?
Khairi, Babussalam, 2 Tsanawiyah.

Makasih kritiknya. Namun perlu kamu ketahui, majalah ini khusus menghadirkan hal-hal yang berhubungan dengan sastra. Karena itulah, komik tidak ada dalam majalah ini. Sudah saatnya kan kita tidak lagi kekanak-kanakan?


Literasi yang cakep, aku punya usul ni. Gimana kalau isinya lebih tebal lagi, soalnya cepat sekali habis membacanya.
Budiman, Thalhah, 3 tsanawiyah

Sebenarnya, kami memang ingin mempertebal isinya. Tapi itu tentunya akan menambah biaya, otomatis harga majalah ini pun jadi lebih mahal, sedangkan yang ini saja sudah termasuk mahal. Jadi, jumlah hala-man justru kami kurangi dan harganya pun jadi lebih murah. Namun kamu tenang saja, supaya membaca-nya tidak cepat habis, maka isinya kami perbanyak de-ngan cara memperkecil ukuran huruf. Insya Allah, Literasi kali ini lebih padat lagi. Gimana?



Hallo para redaksi majalah Literasi, aku mau usul nih, gimana kalo yang naskahnya dimuat dikasih bingkisan.
Majid, Malik 6, 2 Aliyah B

Aha, tentu saja. Karena itu, buatlah tulisan sebaik mungkin dan kirim ke redaksi. Kalau memang layak muat, maka kami akan memuatnya dan kamu pun pasti mendapat bingkisan (royalti).



Seeep! Selain tampilannya yang oke, isinya juga ba-gus. Banyak pelajaran yang saya dapat. Saya mau nyumbang saran nih, kalo bisa, Literasi juga ada kuisnya, kayak majalah Iflah gitu.
Suhaimi, Malik 12, 1 Aliyah C

Saran yang bagus, dan itu sudah kami wujudkan di edisi kedua ini. Buka aja halaman 19.




Baca lanjutannya......